IklanBanner atas semua halaman
Masuk
IklanAtas artikel
Dunia

Bagaimana Krisis Satu Bank Digital Ueno Bisa Turunkan Presiden di Paraguay?

ASUNCION -- Keruntuhan Ueno Bank, salah satu bank digital terbesar di Paraguay, telah memicu krisis keuangan dan politik hingga membuat sejumlah petinggi termasuk Presiden Paraguay, Santiago Pena mundur.

Bagaimana Krisis Satu Bank Digital Ueno Bisa Turunkan Presiden di Paraguay?

ASUNCION -- Keruntuhan Ueno Bank, salah satu bank digital terbesar di Paraguay, telah memicu krisis keuangan dan politik hingga membuat sejumlah petinggi termasuk Presiden Paraguay, Santiago Pena mundur. Bank yang memiliki sekitar tiga juta nasabah itu mengalami krisis solvabilitas atau permodalan sehingga Bank Sentral Paraguay (BCP) mengambil alih penanganan dan memulai proses resolusi. Reuters melaporkan, Bank Sentral Paraguay memutuskan melakukan intervensi setelah menemukan Ueno Bank melanggar persyaratan minimum solvabilitas. Rasio solvabilitas bank tersebut dilaporkan anjlok hingga di bawah 50 persen dari ketentuan yang berlaku.

Pada Selasa (3/11/2026) dini hari, aplikasi Ueno Bank mendadak tidak dapat menampilkan saldo rekening pengguna. Bank sentral kemudian mengumumkan pengambilalihan lembaga keuangan tersebut dan memulai prosedur resolusi. Ribuan orang mendatangi kantor pusat Ueno Bank di Asuncion dan 75 kantor cabangnya di berbagai wilayah Paraguay untuk mempertanyakan keamanan simpanan mereka. Ueno Bank diluncurkan pada 2021 dan berkembang pesat dari perusahaan teknologi finansial lokal menjadi bank komersial berskala menengah.

Model bisnisnya kerap dibandingkan dengan bank digital internasional seperti Nubank, Monzo, dan Revolut. Hingga Juni 2026, Ueno menyatakan memiliki sekitar tiga juta nasabah di Paraguay yang berpenduduk sekitar 6,5 juta jiwa. Selain melayani masyarakat, Ueno Bank juga mengelola dana publik sekitar 850 juta dolar AS atau sekitar Rp15,42 triliun. Tidak hanya dana ritel, Ueno Bank menyimpan dana berbagai lembaga negara, termasuk lembaga jaminan sosial yang mengelola dana pensiun dan pembiayaan layanan kesehatan pekerja.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Komentar (0)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Belum ada komentar.

Berita terkait