
Riuh Online – Buku dan Situs Melayu Lestari diresmikan peluncurannya oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid, Peresmian berlangsung di Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat (15/8/2025). Program ini digagas sebagai upaya memperkuat pelestarian, pengembangan, sekaligus digitalisasi kasanah budaya Melayu.
Tokoh adat, para budayawan, akademisi, serta komunitas budaya dari berbagai wilayah di Riau turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan terhadap langkah menjaga marwah budaya Melayu di tengah derasnya arus globalisasi.
Dalam sambutannya, Gubernur Abdul Wahid menegaskan bahwa kebudayaan Melayu adalah identitas utama masyarakat Riau yang harus diwariskan lintas generasi. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan budaya agar tetap dikenal dan relevan di era modern.

“Buku dan situs ini kami harapkan bisa menjadi ruang dokumentasi sekaligus media pembelajaran,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tanggung jawab melestarikan budaya tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bersama masyarakat. Platform digital Melayu Lestari sendiri berisi ragam konten seperti sejarah, karya sastra, kuliner, hingga seni tradisional khas Riau.
Gubernur juga mengajak para pelaku seni, peneliti, dan komunitas budaya menjadikan platform ini sebagai wadah kolaborasi.
“Mari kita jadikan buku dan website ini sebagai jembatan penghubung antara warisan leluhur dengan tantangan masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, digitalisasi budaya membuka akses luas bagi masyarakat, bahkan hingga ke tingkat internasional.
Ia menilai hadirnya Buku dan Situs Melayu Lestari bukan sekadar dokumentasi, melainkan langkah revitalisasi agar tradisi Melayu tetap hidup dan berkembang. “Ini adalah bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menjaga budaya. Lebih dari itu, saya mengajak generasi muda ikut aktif mengisi platform ini dengan karya dan gagasan segar. Dengan begitu, Melayu Lestari akan menjadi sumber rujukan yang dinamis sekaligus berkesinambungan,” tutupnya. (dfzl)