30 Okt 2026 Masuk Daftar
IklanBanner atas semua halaman
IklanAtas artikel
Nasional

Dari Dapur Rakyat ke Rantai Pasok Energi Nasional: Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah Berbasis Koperasi

Kementerian Koperasi Republik Indonesia bersama PT Pertamina Patra Niaga resmi meluncurkan Program Pengumpulan Minyak Jelantah (Used Cooking Oil/UCO) yang nanti akan diolah oleh Pertamina menjadi Avtur dan BBM jenis lainnya

Oleh Riuh Admin,

Dari Dapur Rakyat ke Rantai Pasok Energi Nasional: Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah Berbasis Koperasi
BANYUMAS, 29 Oktober 2026, Kementerian Koperasi Republik Indonesia bersama PT Pertamina Patra Niaga resmi meluncurkan Program Pengumpulan Minyak Jelantah (Used Cooking Oil/UCO) yang nanti akan diolah oleh Pertamina menjadi Avtur dan BBM jenis lainnya. Program ini diluncurkan di Desa Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Program yang merupakan implementasi kerja sama strategis antara Kementerian Koperasi dan PT Pertamina Patra Niaga ini menempatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penggerak ekonomi sirkular sekaligus penghubung antara rumah tangga, koperasi, industri, dan rantai pasok energi nasional. Program percontohan ini dijalankan melibatkan KDMP Dawuhan, KKMP Kober, KKMP Karanglewas, dan KKMP Karangwangkal. Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa program ini menunjukkan bagaimana koperasi mampu mengubah potensi ekonomi yang selama ini tercecer di masyarakat menjadi sumber kesejahteraan rakyat. "Program pengumpulan UCO bukan sekadar mengelola limbah, melainkan mengubah sesuatu yang selama ini dibuang menjadi sumber penghasilan, sumber usaha baru koperasi, dan sumber nilai tambah bagi masyarakat. Inilah wajah baru koperasi yang hadir sebagai instrumen pembangunan ekonomi rakyat yang produktif, modern, dan berkelanjutan," ujar Ferry Juliantono. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, menjelaskan bahwa minyak jelantah kini telah menjadi komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi nyata. Melalui kerja sama ini, setiap liter minyak jelantah yang dikumpulkan koperasi dihargai oleh PT Pertamina Patra Niaga sekitar Rp5.000 hingga Rp6.500 per liter. "Potensi ekonomi yang selama ini tercecer di dapur rumah tangga kini dapat dihimpun menjadi kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi. Sesuai keputusan dan kesepakatan dalam Rapat Anggota, hasil pengumpulan minyak jelantah dapat dikonversi menjadi simpanan anggota koperasi, baik dalam bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, maupun bentuk partisipasi ekonomi lainnya sesuai ketentuan koperasi masing-masing. Artinya, minyak jelantah yang sebelumnya dibuang kini dapat berubah menjadi tabungan, modal bersama, dan aset ekonomi anggota koperasi," tegasnya. Lebih lanjut, Panel Barus menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina Patra Niaga atas dukungannya dalam membangun ekosistem usaha baru bagi koperasi. "Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa dari Pertamina di bawah kepemimpinan Bapak Simon Aloysius Mantiri. Yang sedang kita bangun bukan sekadar bisnis minyak jelantah, melainkan ekosistem yang menghubungkan rakyat, koperasi, dan industri energi nasional. Semangat yang kami bangun sederhana namun kuat, Koperasi Sokoguru Ekonomi, Pertamina Sokoguru Energi. Ketika keduanya bersinergi, kesejahteraan rakyat dan ketahanan energi nasional akan tumbuh bersama," ujarnya. Ferry menambahkan,” bahwa pilot project Banyumas diharapkan menjadi model nasional yang dapat direplikasi oleh ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dari dapur rumah tangga, minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah kini dapat berubah menjadi penghasilan, simpanan anggota, penguat modal koperasi, dan bagian dari rantai pasok energi berkelanjutan. Program ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi rakyat dapat dimulai dari hal sederhana: mengubah limbah menjadi aset, mengubah anggota menjadi pemilik, dan mengubah koperasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Acara peluncuran ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Koperasi, PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, Perwakilan Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup, Perwakilan Kementrian Perindustrian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Banyumas, serta sekitar 500 perwakilan pengurus koperasi dan masyarakat lokal.

Komentar (0)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Belum ada komentar.

Berita terkait