IklanBanner atas semua halaman
Masuk
IklanAtas artikel
Dunia

Agen FBI Bobol Dompet Kripto Terkait 35 Penyelidikan, Siapkan Hidup Baru di Portugal

JAKARTA -- Skandal pencurian aset kripto senilai 2,47 juta dolar AS terungkap di Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat.

Agen FBI Bobol Dompet Kripto Terkait 35 Penyelidikan, Siapkan Hidup Baru di Portugal

JAKARTA -- Skandal pencurian aset kripto senilai 2,47 juta dolar AS terungkap di Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat. Seorang mantan agen senior lembaga tersebut mengaku mencuri dana digital dengan memanfaatkan akses terhadap informasi rahasia yang dikumpulkan dalam 35 penyelidikan berbeda, sebelum mempersiapkan kehidupan baru di Portugal. Menurut DOJ, Yaroch melakukan sekitar 100 transfer ilegal dengan menggunakan kredensial dompet kripto yang diperoleh melalui sistem FBI. Posisi tersebut memberinya akses terhadap sistem internal yang menyimpan informasi sensitif, termasuk kredensial dompet mata uang kripto yang diperoleh penyidik dari berbagai perkara.

Kredensial dompet kripto merupakan informasi yang memungkinkan seseorang mengakses atau memindahkan aset digital dari dompet tertentu. Yaroch memanfaatkan akses tersebut untuk kepentingan pribadi. Ia menggunakan informasi dari penyelidikan yang ditangani FBI untuk mengambil aset dari sejumlah dompet kripto tanpa izin. Menurut DOJ, dompet yang menjadi sasaran mencakup aset yang dikendalikan subjek berbagai penyelidikan, aktor negara asing, serta sedikitnya satu dompet yang dibuat FBI untuk kepentingan operasi.

Namun, penyelidikan lanjutan menemukan bahwa Yaroch melakukan sekitar 100 transaksi ilegal melalui akses yang berkaitan dengan 35 penyelidikan berbeda. Media keamanan siber The Record pada Jumat (6/11/2026) melaporkan bahwa transaksi tersebut melibatkan 79 dompet kripto. Angka itu menunjukkan banyaknya penyelidikan FBI yang kredensial aset digitalnya disalahgunakan oleh Yaroch. Yaroch juga mengambil dana dalam jumlah kecil dari dompet yang dapat diakses melalui informasi penyelidikan FBI.

Sumber: news.republika.co.id

Komentar (0)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Belum ada komentar.

Berita terkait