IklanBanner atas semua halaman
Masuk
IklanAtas artikel
Nasional

Demo Karhutla, Massa Lempari Kantor Gubernur Kaltim dengan Sayur Busuk

Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dilempari sayuran busuk oleh massa dalam demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), Rabu (4/11).

Demo Karhutla, Massa Lempari Kantor Gubernur Kaltim dengan Sayur Busuk

Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dilempari sayuran busuk oleh massa dalam demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), Rabu (4/11). Aksi ini merupakan lanjutan demonstrasi pada 21 Oktober lalu terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kelangkaan BBM dan pemadaman listrik. Jenderal lapangan (Jenlap) aksi, Wira Saguna Abyasa Harahap, mengatakan tuntutan demo kemarin masih berkaitan dengan aksi sebelumnya namun, ada dua tuntutan tambahan. Massa juga menilai pemerintah provinsi belum memberikan jawaban konkret atas tuntutan mereka.

"Kemudian ada dua tuntutan tambahan, yaitu memberikan kompensasi terhadap pengidap penyakit ISPA akibat karhutla, dan juga mencopot Sudarno dari tim ahli yang hari ini di masyarakat memprovokasi masyarakat," kata Wira kepada wartawan, Rabu (4/11). Wira menjelaskan keputusan kembali turun ke jalan dipicu oleh Pemprov Kaltim yang belum memberikan jawaban memadai dan tindakan konkret setelah aksi 21 Oktober. "Hal yang mendasari kami turun hari ini adalah karena kemudian pemerintah atau Pemprov Kaltim tidak memberikan jawaban-jawaban yang konkret dan jawaban-jawaban yang kami inginkan setelah kami melaksanakan aksi pada 21 Oktober kemarin," ujarnya. Ia menyebut komunikasi dengan humas Pemprov Kaltim sejauh ini hanya menghasilkan janji yang belum jelas realisasinya.

Wira turut mempertanyakan ketidakhadiran Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud maupun Wakil Gubernur Seno Aji saat massa aksi mendatangi kantor gubernur. "Setidaknya gubernur atau wakil gubernur menemui kami. Demo ini diwarnai aksi simbolik melempar sayur-sayuran busuk sebagai bentuk kekecewaan atas pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di Kaltim. Khadafi menyoroti Kaltim sebagai daerah penghasil batu bara, tetapi masyarakatnya masih merasakan pemadaman listrik.

Sumber: cnnindonesia.com

Komentar (0)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Belum ada komentar.

Berita terkait