4 Nov 2026 Masuk Daftar
IklanBanner atas semua halaman
IklanAtas artikel
Nasional

Yusril Sebut Presiden Prabowo Sudah Tahu Dugaan Penyadapan Berkat Laporan Kapolri

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengetahui dugaan penyadapan terhadap kepala negara.

Oleh Riuh Admin,

Yusril Sebut Presiden Prabowo Sudah Tahu Dugaan Penyadapan Berkat Laporan Kapolri

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengetahui dugaan penyadapan terhadap kepala negara. Informasi tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kepada Presiden. Yusril mengatakan, sebagai pembantu Presiden, para menteri berkewajiban melaporkan berbagai persoalan penting yang terjadi di negara ini kepada kepala negara. “Sudah barang tentu Presiden tahu, karena dilaporkan oleh Kapolri kepada beliau,” kata Yusril saat jumpa pers, Selasa (3/11/2026).

Dia menjelaskan, persoalan penyadapan terhadap Presiden maupun para menteri bukan perkara sederhana. “Kami ini para menteri semua adalah pembantu Presiden. Apa pun hal-hal yang penting yang terjadi di negara ini, ya tentu kami melapor kepada Presiden, kecuali hal-hal kecil-kecil yang kami bisa tangani sendiri, kami selesaikan,” ujarnya. Yusril kembali menegaskan dugaan penyadapan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut keamanan kepala negara dan para pejabat pemerintahan.

“Tapi kalau hal-hal yang seperti ini, ya bayangkan seorang Presiden diintersep, disadap, bayangkan para menteri di disadap, ya. Dan kita sebenarnya tidak tahu untuk apa penyadapan itu dilakukan. Itu bukan masalah sederhana, itu masalah serius bagi sebuah negara,” kata Yusril. Dia mengatakan, Kapolri telah melaporkan persoalan tersebut kepada Presiden.

Sumber: news.republika.co.id

Komentar (0)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Belum ada komentar.

Berita terkait