
Alasan Ekonomi, Pasutri Muda Bunuh Anak Balita di Toilet Pasar
Seorang anak berinisial SF yang baru berusia 20 bulan meninggal dunia setelah dibunuh oleh ayah tirinya AR (22) dan ibu kandungnya JM (20) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10).

Seorang anak berinisial SF yang baru berusia 20 bulan meninggal dunia setelah dibunuh oleh ayah tirinya AR (22) dan ibu kandungnya JM (20) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10). "Untuk pembunuhan itu, yang membunuh adalah kedua orang tuanya, ibu kandung dan ayah tiri. Kejadian pembunuhannya itu awalnya di toilet umum Pasar Kebayoran Lama," kata SealaKapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan, Minggu (1/11). Seala mengatakan kasus itu terungkap saat pemilik toilet umum melaporkan terkait dugaan peristiwa sodomi.
Namun saat diselidiki ternyata peristiwa tersebut merupakan pembunuhan. Dari hasil penyelidikan, setelah menghabisi nyawa korban di toilet, kedua pelaku kemudian memesan taksi online dengan tujuan ke Palmerah. "Turun di Palmerah, jalan sampai ke Bendungan Hilir (Benhil). Nah, di situlah dua pelaku mengubur anaknya dengan menggunakan kantong kresek.
Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku. Dari hasil pendalaman, aksi pembunuhan itu diduga dilatarbelakangi motif ekonomi. "Itu kejadiannya itu motif karena ekonomi, mereka tidak mampu. Akhirnya dari dua bersaudara ini, yang paling kecil lah dibunuh oleh kedua orang tuanya," ucap Seala.
Sumber: cnnindonesia.com

Komentar (0)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Belum ada komentar.