IklanBanner atas semua halaman
Masuk
IklanAtas artikel
Nasional

Titik Darah Penghabisan: Jejak Solo dan Ujian Kendali Hambalang

Dari perjalanan seorang jenderal dalam lingkar kekuasaan Jokowi hingga dugaan penyadapan Presiden Prabowo, sebuah pertanyaan besar mengemuka: siapa sesungguhnya sang pengendali instrumen negara?

Titik Darah Penghabisan: Jejak Solo dan Ujian Kendali Hambalang

Dari perjalanan seorang jenderal dalam lingkar kekuasaan Jokowi hingga dugaan penyadapan Presiden Prabowo, sebuah pertanyaan besar mengemuka: siapa sesungguhnya sang pengendali instrumen negara? Kepolisian mengumumkan tiga jenderal polisi sebagai tersangka dugaan penyadapan ilegal. Dialah Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Bahkan, ia meminta seluruh jajarannya memperjuangkan posisi tersebut sampai titik darah penghabisan.

Artinya, penyadapan ilegal terhadap Presiden tidak otomatis membuktikan makar. Apabila benar perangkat negara digunakan untuk mengawasi Presidennya sendiri, siapa sesungguhnya sang pemegang kendali atas instrumen negara? Jejak Solo: Perjalanan Seorang Jenderal Menuju Episentrum Kekuasaan Untuk memahami mengapa nama Listyo begitu mengguncang politik nasional, kita perlu mundur ke Jawa Tengah. Setelah Jokowi terpilih sebagai Presiden pada 2014, Listyo dipercaya menjadi ajudan Presiden hingga 2016.

Di sinilah Solo menjadi penting. Ia menjadi titik awal perjalanan relasi politik yang berpengaruh terhadap karier seorang pemimpin kepolisian. Menariknya, pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo justru mengangkat Listyo menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Bisa jadi, itu bagian dari strategi politik Prabowo untuk menata ulang posisi seorang jenderal dengan jejaring panjang dalam kekuasaan sebelumnya.

Sumber: retizen.republika.co.id

Komentar (0)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Belum ada komentar.

Berita terkait