
Riuh Online – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Badan Gizi Nasional (BGN) terus digesa di Riau. Hingga saat ini, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru telah mendirikan 251 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur di provinsi tersebut. Dari jumlah tersebut, 180 SPPG sudah beroperasi penuh, melayani total 586.074 penerima manfaat yang tersebar di 2.422 sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA/SLB. Kepala KPPG Pekanbaru, Dr. Syartiwidya, menyebut targetnya adalah 667 SPPG di Riau. Sebanyak 71 dapur lainnya masih menunggu penerbitan Virtual Account (VA) agar dapat segera beroperasi.
Program MBG ini tak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan estimasi dana yang berputar mencapai sekitar Rp450 juta per dua pekan untuk satu dapur yang melayani 3.000 penerima, potensi perputaran dana MBG di Riau bisa mencapai Rp81 miliar setiap dua pekan. Dana sebesar ini langsung mengalir ke masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Setiap dapur diwajibkan bekerja sama dengan 10 hingga 15 pemasok UMKM setempat, dengan prioritas bahan pangan seperti sayur dan ikan berasal dari wilayah sekitar.
Dr. Syartiwidya menegaskan pentingnya peran UMKM dalam program ini. Ia menyatakan,
“Bahan pangan seperti sayur, ikan, dan kebutuhan lainnya diutamakan berasal dari wilayah setempat untuk memastikan perputaran ekonomi lokal tetap hidup. Kami arahkan sebisa mungkin menggunakan supplier yang dekat dari dapurnya, agar uang beredar di masyarakat sekitar. Dengan begitu, UMKM semakin terlibat dalam mendukung ketahanan pangan daerah.”
Meski demikian, BGN masih menghadapi tantangan seperti gangguan rantai pasok di daerah kepulauan seperti Meranti, yang diatasi dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBG di setiap kabupaten/kota untuk menjamin kelangsungan operasional dapur. (AS)