
Bukan Suara Bos Sungguhan, Taktik Deepfake AI Ini Kuras Duit Perusahaan Rp2 T
JAKARTA -- Suara seorang direktur utama terdengar meyakinkan ketika meminta pegawainya membantu transaksi perusahaan yang bersifat rahasia.

JAKARTA -- Suara seorang direktur utama terdengar meyakinkan ketika meminta pegawainya membantu transaksi perusahaan yang bersifat rahasia. Mereka dituduh memanfaatkan teknologi peniruan suara serta gambar untuk menyamar sebagai pimpinan perusahaan dan pengacara dari firma hukum internasional. Sasaran mereka mencakup ribuan perusahaan di berbagai negara, dengan korban yang berhasil ditipu meliputi rumah sakit, bank, perusahaan teknologi keuangan, pengelola dana investasi, dan produsen makanan hewan. Penyidik menyebut para pelaku tidak perlu membobol rekening perusahaan secara langsung untuk mengambil uang.
Mereka justru diduga memanipulasi pegawai yang mempunyai kewenangan keuangan agar mentransfer dana perusahaan ke rekening yang dikendalikan jaringan penipu. Nama dan identitas pengacara yang digunakan merupakan identitas profesional sungguhan, tetapi komunikasi dilakukan oleh anggota sindikat. Bagian paling menentukan dari modus tersebut terjadi ketika pelaku menghubungi pegawai melalui panggilan suara atau video. Dalam percakapan itu, sindikat diduga menggunakan AI untuk menirukan suara dan, dalam sejumlah kasus, gambar pimpinan perusahaan.
Teknologi tersebut membuat pegawai mendengar suara yang menyerupai atasannya sendiri. Setelah pegawai mempercayai suara dan gambar tersebut, sosok yang menyamar sebagai CEO mengarahkannya untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan pengacara. Menurut dakwaan, uang diarahkan ke rekening bank tertentu yang diklaim berkaitan dengan transaksi perusahaan. Mereka mengeksploitasi hubungan hierarkis perusahaan, ketika pegawai cenderung memberikan perhatian besar terhadap instruksi langsung dari pimpinan tertinggi.
Sumber: news.republika.co.id

Komentar (0)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Belum ada komentar.