
Pertumbuhan Ekonomi Sullit Melaju Tinggi
Hanya 8 persen ahli yang menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih baik.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi disadari menjadi prasyarat bagi indonesia untuk dapat keluar dari jebakan sebagai negara berpendapatan menengah. Tetapi, untuk dapat mengejar dan mewujudkan angka pertumbuhan ekonomi minimal 6 atau 7 persen, tentu bukan hal yang mudah. Survei Ahli Ekonomi Semester II-2026 yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) menunjukkan 52 persen dari 63 ahli ekonomi menilai, kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih buruk dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Hanya 8 persen ahli yang menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih baik.
Fitch Rating, misalnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester kedua tahun ini tumbuh melambat menjadi 5 persen --setelah tumbuh 5,4 persen di semester I-2026. Alhasil pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026 hanya 5,2 persen. Di tahun 2027, Fitch Rating bahkan memperkirakan di tahun 2027 pertumbuhan ekonomi Indonesia turun menjadi 4,9 persen. Word Bank dan ADB memperkirakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 tidak berubah, yakni 5,2 persen.
Sementara itu, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 sebesar 5,1 persen. Bahkan OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 turun menjadi 5,1 persen –di mana untuk tahun 2026 sebesar 5,2 persen. Selama satu dekade terakhir, diakui atau tidak pertumbuhan ekonomi Indonesia sepertinya memang terjebak di angka lima persen. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sepertinya sulit tembus di atas 5 persen --meski di saat yang sama juga cukup kuat menahan ekonomi kita agar tidak merosot terlalu dalam di masa-masa krisis.
Sumber: opini.republika.co.id

Komentar (0)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Belum ada komentar.